Bagaimanakah Sebuah Kebiasaan Dapat Terbentuk?

kebiasaan

Aristoteles salah satu filsuf termahsyur mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Bisa dibilang, hidup Anda adalah apa yang menjadi kebiasaan Anda. Coba Anda perhatikan kondisi hidup Anda saat ini, mulai dari kesehatan, keuangan, hingga kesuksesan Anda. Kondisi-kondisi tersebut merupakan hasil dari apa yang menjadi kebiasaan Anda selama ini.

Berikutnya, coba Anda renungkan apa saja kebiasaan yang membentuk kondisi Anda saat ini. Kebiasaan baik kah? Atau justru kebiasaan buruk yang selama ini Anda pelihara? Lalu kaitkan dengan kondisi Anda saat ini.

Jika Anda menemukan bahwa kondisi diri Anda saat ini masih jauh dari harapan Anda, bisa jadi karena kebiasaan yang Anda bangun selama ini salah. Pertanyaannya, bagaimana cara membangun kebiasaan-kebiasaan yang positif agar tujuan Anda tercapai? Bagaimana pula menyingkirkan berbagai kebiasaan buruk Anda selama ini?

Sebelum jauh membahas mengenai bagaimana cara membangun kebiasaan baik sekaligus menghilangkan kebiasaan buruk, mari pahami apa itu “kebiasaan” dan apa saja struktur penyusunnya. Dengan memahami struktur kebiasaan, Anda akan lebih mudah “mengotak-atik” kebiasaan Anda, termasuk membangun kebiasaan baru yang positif serta mengeliminasi kebiasaan lama yang negatif.

Kebiasaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan dan sebagainya. Di samping itu, kebiasaan juga dapat diartikan sebagai pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama. Singkatnya, kebiasaan merupakan kegiatan yang biasa, sering, dan rutin dilakukan.

Lalu apa saja struktur penyusun kebiasaan itu? Charles Duhigg menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri dari tiga komponen, meliputi cues (pemicu, pencetus), routines (perilaku, rutinitas), dan reward (manfaat yang diperoleh setelah melakukan kegiatan rutin). Agar lebih mudah mengingat, kita akan menggunakan istilah dari BJ Fogg yang mengganti istilah cues dengan reminder. Sehingga, kita dapat mengatakan bahwa komponen kebiasaan terdiri dari 3R (reminder, routines, reward).

Untuk mempermudah pemahaman, amatilah contoh berikut. Semisal Anda memiliki kebiasaan mengecek ponsel setelah bangun tidur. Kebiasaan tersebut dapat kita break down menjadi:

  1. Reminder: bangun tidur
  2. Routines: mengecek ponsel
  3. Reward: perasaan penasaran terpuaskan, merasa lega

Contoh lainnya adalah Anda memiliki kebiasaan jogging setiap Minggu pagi. Dari kebiasaan tersebut dapat kita pahami bahwa:

  1. Reminder: Minggu pagi
  2. Routines: jogging
  3. Reward: badan terasa lebih enak, merasa lebih bugar

Perlu dipahami, bahwa setiap orang bisa melakukan routine yang sama, namun reminder dan reward yang dirasakan setiap orang bisa berbeda-beda. Jadi sama kegiatan yang dilakukan, namun pemicu maupun manfaat yang dirasakan bisa berbeda.

Sekarang coba pahami kebiasaan Anda dan mulai pahami komponen-komponen penyusunnya. Dengan demikian, Anda akan lebih mungkin untuk membangun kebiasaan baik serta menghilangkan kebiasaan buruk Anda. Jika Anda ingin lebih berkomitmenn membangun kebiasaan baik, baiknya Anda membaca buku-buku tentang habits, salah satunya yang ditulis oleh Yodhia Antariksa berjudul “Change Your Habits, Change Your Life“.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, Anda dapat membagikannya kepada sanak keluarga dan teman-teman. Anda juga bisa mengikuti blog ini agar mendapatkan berbagai tips menarik setiap minggunya. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *