5 Tips Jitu Konsisten Mewujudkan Resolusi

mewujudkan resolusi

Kata resolusi tahun baru menjadi begitu akrab setiap pergantian tahun. Resolusi sendiri dapat diartikan sebagai harapan atau impian yang kuat dan ingin diwujudkan seseorang pada suatu waktu. Contohnya adalah, “resolusiku di tahun 2021 ini adalah bisa lulus kuliah”. Hal ini dapat diartikan bahwa ‘aku’ ingin sekali lulus kuliah di tahun 2021 dan berusaha keras mewujudkan resolusi tersebut.

Hampir setiap orang membuat resolusinya setiap menjelang pergantian tahun. Mulai dari urusan pendidikan, karier, kesehatan, hingga kehidupan percintaan. Ini secara alami menjadi kebiasaan di tahun baru karena sejatinya setiap orang memang berkeinginan bisa mencapai posisi hidup yang lebih baik seiring berjalannya waktu.

Akan tetapi, tidak jarang orang gagal mewujudkan resolusi dan impian-impian mereka. Sering kali mereka sudah memiliki niat yang kuat bahkan menuliskan resolusinya di dinding kamar sehingga selalu teringat dengan impian mereka. Namun kenyataannya, hal itu tidaklah cukup. Mereka perlu membuat perencanaan yang matang dalam menentukan dan mewujudkan resolusi.

Nah, jika kamu salah satu orang yang sering tidak konsisten mewujudkan resolusi kamu harus membaca artikel ini sampai selesai. Kenapa? Karena kami akan membagikan tips ampuh agar kamu bisa tetap menjaga semangat dan konsisten mewujudkan resolusi tahun barumu.

Salah satu yang bisa kamu lakukan untuk merencanakan dan mewujudkan resolusi adalah dengan berpedoman pada metode SMART. SMART merupakan singkatan dari specific, measurable, achievable, relevant, dan timebound.  

1. S = Specific (Spesifik)

Coba kamu ingat-ingat kembali apa resolusi dan harapanmu tahun ini! Apakah resolusimu sudah spesifik atau masih umum? Jika resolusimu masih terlalu umum, sebaiknya segera kamu buat lebih spesifik. Spesifik ini mengandung arti detail dan jelas.

Resolusi atau target yang spesifik akan mempermudahmu menentukan strategi yang paling efektif untuk meraih target itu. Coba perhatikan contoh di bawah ini,

  • Target bersifat umum: menurunkan berat badan
  • Target bersifat spesifik: menurunkan berat badan 12 kg selama satu tahun ke depan

Kira-kira nih, dari dua target di atas kamu akan lebih mudah menentukan strategi untuk yang mana? Lalu, target mana yang lebih membuatmu bersemangat untuk meraihnya? Target yang bersifat umum akan membuatmu berpikir lebih keras dalam merancang strategi atau justru kurang memotivasimu untuk meraihnya. Sebagai tambahan, kalian bisa menggunakan panduan 5 W + 1 H dalam menyusun target atau resolusi agar lebih spesifik.

2. M = Measurable (Terukur)

Dengan contoh target bersifat umum dan spesifik pada bagian sebelumnya, resolusi mana yang lebih mudah untuk diukur keberhasilannya?

Target yang spesifik tentu lebih mudah untuk diukur keberhasilannya. Perhatikan ini:

Menurunkan berat badan 12 kg dalam satu tahun (12 bulan) dapat kamu breakdown lagi menjadi target-target yang lebih kecil. Misalnya dengan menurunkan 1 kg setiap bulannya. Jika selama satu tahun kalian berhasil menurunkan berat badan 1 kg setiap bulannya, bukankah dalam satu tahun kalian total berhasil menurunkan 12 kg? Sedangkan, jika kamu setiap bulannya gagal menurunkan 1 kg, kemungkinan besar dalam 1 tahun kamu juga tidak berhasil mewujudkan resolusimu.

Sekarang coba bandingkan dengan target yang bersifat umum. Target yang umum mungkin lebih mudah untuk dicapai, karena dengan turun 0.5 kg saja sudah dapat dikatakan berhasil tercapai. Tapi apakah hasil ini benar-benar yang kamu inginkan?

3. A = Achievable (Realistis, dapat dicapai)

Realistis adalah kunci lain dalam menyusun resolusi. Realistis di sini dapat diartikan bahwa target atau resolusi yang kamu tetapkan tidak terlalu mudah ataupun terlalu sulit, namun sedang-sedang saja.

Kenapa demikian? Target yang terlalu mudah akan membuatmu kekurangan motivasi, bahkan bisa jadi malas untuk mewujudkannya. Sedangkan target yang terlalu sulit akan membuatmu pesimis sebelum memulai merealisasikannya.

Masih menggunakan contoh resolusi penurunan berat badan, bayangkan apa yang akan kamu lakukan jika resolusimu adalah menurunkan berat badan sebanyak 0.5 kg setahun ke depan! Bisa jadi selama 11 bulan kamu tidak peduli dengan resolusi tersebut, baru di bulan terakhir kamu mulai mengurangi makan atau menggiatkan olahraga. Tidak efektif bukan?

Jika kamu menargetkan penurunan berat badan 50 kg dalam setahun kira-kira apa yang kamu rasakan? ‘Duh berat banget deh kayaknya’ yang kemudian berubah menjadi ‘Udah lah nggak perlu nurunin berat badan’ bukan begitu? Sebenarnya, bukan hal yang mustahil untuk meraih penurunan berat badan 50 kg dalam setahun, tapi coba perhatikan juga apakah kamu bisa meluangkan banyak waktu untuk berolahraga? Apakah kamu bisa benar-benar mengurangi separuh porsi makanmu sekaligus?

Inilah pentingnya memperhatikan faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi resolusimu, baik yang mendukung atau menghambat pencapaiannya. Tanyakan juga kesiapan mentalmu untuk meraih target yang akan atau telah kamu tetapkan. Dari situlah kamu baru bisa membuat resolusi yang realistis.

4. R = Relevant (Selaras)

Resolusimu juga harus selaras atau tidak bertentangan dengan tujuanmu yang lain. Resolusi yang selaras dan searah dengan tujuan-tujuanmu yang lain lebih mungkin untuk kamu raih karena faktor urgensi.

Sebagai contoh saja, setelah lulus nanti kamu ingin bekerja sebagai X di perusahaan A. Padahal salah satu syarat untuk bisa diterima di posisi X di perusahaan A adalah ‘berat badan proporsional’. Jika resolusi penurunan berat badan yang kamu tetapkan dapat membuatmu meraih ‘berat badan proporsional’ kemungkinan besar kamu akan menjadi lebih bersemangat mewujudkan resolusi tersebut.

5. T = Timebound (Batas waktu)

Tentukan batasan waktu dalam menyusun resolusi dan targetmu. Lagi-lagi hal ini berkaitan dengan faktor urgensi. Dengan adanya batas waktu kamu akan menjadi lebih termotivasi untuk mewujudkan resolusi. Sebab, jika sudah melewati batas waktu dan kamu belum berhasil meriah target kamu akan merasa gagal. Seperti saat kamu harus mengumpulkan tugas dari guru/dosen atau bahkan dari atasan di tempat kerjamu. Bukan begitu?

Nah itu tadi 5 tips SMART yang bisa coba kamu terapkan agar lebih konsisten mewujudkan resolusi. Yok dicoba yok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *