Bikin Usaha Tanpa Paham Hukum? Waduh, Bisa Celaka!

Paham Hukum

Kenapa banyak pengusaha tidak tertarik mempelajari hukum? Jawabannya beragam. Ada yang enggan mempelajari hukum karena beranggapan bahwa hukum itu ribet. Ada yang merasa bahwa hukum itu sulit diakses dan ada pula yang beranggapan bahwa hukum tidak begitu penting. GUBRAK!

Alasan seperti hukum itu ribet atau sulit diakses masih bisa diterima. Sering kali karena keterbatasan informasi, banyak pengusaha berpikir “yang penting usahanya jalan dulu, yang lain entaran saja”. Hukum ribet? Ya bisa dibilang lumayan ribet juga. Apalagi kalau pebisnisnya tidak berlatar belakang pendidikan hukum.

Namun, pandangan bahwa paham hukum itu tidak begitu penting jelas SALAH BESAR. Kalau Anda masih berpikir demikian, baiknya segera ubah cara pandang Anda. Paham hukum sering kali tidak terasa besar efeknya ketika bisnis masih kecil, namun setelah usaha mulai berkembang, aspek hukum jadi begitu terasa penting.

Tidak paham hukum juga menimbulkan potensi kerugian bagi para pengusaha. Apa saja kerugian-kerugian itu? Ini dia beberapa di antaranya:

  1. Kekuatan kontrak yang Anda buat tidak berkekuatan hukum.
  2. Merk Anda bisa direbut kompetitor, sehingga Anda harus membayar royalti kepada pemilik merek yang sah. Sialnya lagi, Anda bisa dipaksa untuk ganti merk.
  3. Kemungkinan menang proyek lebih kecil. Tidak menang proyek sering kali karena permasalahan legalitas usaha.
  4. Jika usaha Anda tidak berbadan hukum, maka saat mengalami kerugian usaha bisa jadi harta pribadi Anda ikut terseret juga, dan
  5. Tidak paham hukum pajak menyebabkan Anda bisa dikenai sanksi pidana.

WADUH! Lalu bagaimana solusinya?

  1. Pertama, yang paling murah namun sedikit tidak mudah dibandingkan alternatif solusi yang lain adalah belajar hukum. Anda bisa belajar dari orang-orang yang lebih paham hukum, melalui peraturan perundang-undangan, dan lain-lain. Anda juga bisa belajar melalui buku-buku legal business.

Salah satu buku yang membahas topik itu dan sangat kami rekomendasikan adalah buku “Jebakan Hukum Pengusaha”. Buku ini ditulis sedemikian rupa sehingga membuat bahasa-bahasa hukum yang terkenal ribet menjadi lebih mudah dipahami. Ada pula infografis, ilustrasi, dan komik yang akan sangat membantu Anda dalam memahami hukum bisnis.

  • Alternatif kedua ialah merekrut legal staff untuk perusahaan Anda. Alternatif ini biasanya dipilih oleh perusahaan-perusahaan yang sudah cukup mapan. Nah perusahaan Anda sudah mampu belum? Karena pilihan ini tentunya membuat Anda harus mengeluarkan dana setiap bulan untuk menggaji staf Anda tersebut. Bukan pilihan menarik jika usaha Anda baru saja dirintis. Namun berbicara masalah hukum, pilihan ini bisa jadi sangat bermanfaat sekaligus membuat Anda jadi lebih tenang.
  • Pilihan ketiga, Anda tidak perlu meng-hire legal staff untuk perusahaan Anda. Anda cukup menggunakan jasa konsultan hukum. Anda hanya perlu membayar konsultan ketika Anda benar-benar membutuhkan jasa hukum, sedangkan untuk urusan-urusan hukum yang sekiranya bisa Anda atasi sendiri bisa coba Anda pelajari.

Saat ini telah banyak konsultan hukum di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya adalah SMART Legal Network (SmartLegal.ID) yang telah memiliki kantor di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Malang. Mereka telah menyediakan beberapa jasa hukum yang bisa Anda akses diantaranya pendaftaran merek serta pendaftaran badan usaha (CV dan PT).

Nah itu tadi beberapa risiko yang bisa menimpa bisnis Anda jika Anda enggan mempelajari hukum sekaligus alternatif-alternatif yang bisa Anda pilih untuk mengatasi masalah hukum bisnis Anda. Yuk paham hukum, biar bisnis aman, rezeki lancar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *