Inilah Penyebab Banyak Bisnis Di Era Pandemi Ambruk

Bisnis di era pandemi

Pandemi COVID-19 (coronavirus disease 2019) bukanlah permasalahan kesehatan biasa. Begitu mudahnya virus menyebar serta bahaya yang ditimbulkan pun membuat banyak negara mengambil tindakan ketat untuk menghadapi pandemi ini. Terlebih lagi obat maupun vaksin untuk virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 belum ditemukan.

Salah satu kebijakan yang diambil oleh banyak negara ialah penutupan wilayah atau pembatasan perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Kebijakan ini memang begitu berat untuk diterapkan. Di satu sisi, jika orang-orang masih bebas bepergian akan berisiko meningkatkan penyebaran virus. Sedangkan jika diterapkan pembatasan dapat mengakibatkan berbagai aktivitas terganggu. Salah satunya ialah aktivitas perekonomian.

Terbukti, banyak usaha yang pada akhirnya mau tidak mau ditutup karena tidak sanggup menghadapi COVID-19. Bukan hanya penutupan sementara, namun sebagian perusahaan bahkan menutup total bisnisnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

  1. Pembatasan sosial – tidak semua usaha bisnis bisa didaringkan

Pandemi memaksa berbagai bisnis beralih ke sistem dalam jaringan (daring – online). Di satu sisi hal ini mempercepat adopsi teknologi oleh pelaku bisnis maupun pelanggan. Namun kenyataannya masih ada saja bisnis yang belum bisa dijalankan secara online. Contohnya ialah bisnis yang berkaitan dengan travel seperti tempat wisata dan penginapan. Adapula pengusaha salon yang harus tetap bertemu dengan pelanggannya untuk bisa memberikan jasa.

  1. Penjualan menurun

Kebanyakan usaha mengalami penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang juga menurun. Daya beli masyarakat menurun karena penghasilan mereka juga menurun. Ada yang kehilangan pekerjaan, ada yang masih bekerja namun dengan pemotongan upah. Oleh karenanya, masyarakat harus melakukan penghematan. Hal ini didukung oleh survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa konsumsi rumah tangga, sebagai penopang utama perekonomian menunjukkan perlambatan signifikan.

  1. Pendapatan menurun

Penjualan yang menurun sudah pasti menyebabkan pendapatan perusahaan mengalami penurunan. Pendapatan yang menurun inilah yang kemudian memaksa banyak usaha melakukan efisiensi bisnis. Di antaranya dengan melakukan pengurangan produksi serta karyawan.

  1. Stok bahan berkurang

Stok bahan berkurang bisa terjadi karena beberapa sebab. Baik itu karena perusahaan yang memproduksi bahan baku melakukan pengurangan produksi akibat mengurangi jumlah karyawan. Bisa juga karena pemasok bahan baku berada di negara lain sehingga selama pembatasan migrasi manusia/ lockdown banyak usaha yang tidak memperoleh bahan baku.

  1. Jalur distribusi macet

Beberapa perusahaan pun masih berusaha memproduksi produk-produknya. Namun karena adanya pembatasan akhirnya produk tersebut terlambat atau bahkan tidak bisa didistribusikan. 

  1. Usaha tidak dapat beroperasi

Perusahaan tidak bisa beroperasi bisa karena memang bisnisnya tidak bisa dijalankan tanpa menimbulkan kerumunan, seperti tempat makan. Bisa pula karena terjadinya infeksi virus pada personel perusahaan sehingga perusahaan ditutup sementara.

Beberapa alasan di atas rasanya memang tidak bisa dipisahkan karena satu dengan yang lain saling berkaitan. Bagaimanakah sobat karia, apakah bisnis/ usaha sobat karia juga terdampak pandemi COVID-19?

Jika informasi ini bermanfaat, sobat karia dapat membagikan informasi ini kepada sanak keluarga atau rekan-rekan sobat karia. Tetap jaga kesehatan. Semoga kita semua segera keluar dari masa-masa sulit ini.

Sumber:

  1. https://www.simulasikredit.com
  2. http://lipi.go.id/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *